Terpopuler:

Ketahui Manfaat dan Bahaya Suntik Putih

26 Juli 2020 - Kategori Blog

Andaikan bisa terlahir dan diberi pilihan, tentu sebagian besar orang khususnya wanita akan memilih untuk terlahir dengan kulit yang putih. Ditambah dengan semakin mengguritanya iklan berbagai macam produk kecantikan yang mendefinisikan kecantikan dengan kulit yang putih bersih. Sehingga banyak orang yang menganggap bahwa memiliki kulit gelap merasa tersudutkan. Sampai banyak dari mereka yang menghalalkan segala cara untuk mempunyai kulit putih yang menawan. Walaupun suntik putih saat ini jadi tren sebagai cara yang dinilai ampuh untuk membuat kulit tampak putih. Tapi faktanya ada sejumlah bahaya suntik putih yang mengintai. Untuk itu, pada artikel kali ini anda akan kami ajak untuk tahu apa saja manfaat dan resiko perawatan ini.

Bahaya Suntik Putih

Manfaat dan Bahaya Suntik Putih

Untuk mendapatkan kulit yang putih ada yang memilih cara alami dengan konsumsi berbagai makanan yang dipercaya bisa memutihkan kulit. Tapi tidak sedikit juga yang memilih cara artificial dan juga instan seperti perawatan dengan laser. Sampai yang saat ini sedang trend adalah suntik putih.

Melakukan suntik putih dinilai bermanfaat karena didalam suntik ini terdapat beberapa komposisi seperti vitamin c, kolagen dan glutathione. Tiga zat ini bertujuan untuk menekan pigmen coklat dari melanin supaya kadar pheomelanin nya dominan.

Glutathione adalah jenis antioksidan yang diproduksi alami oleh tubuh. Peranannya sangat penting karena bisa membantu melindungi DNA, membentuk sel baru yang rusak. Mempercepat peremajaan kulit, detoksifikasi dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Komposisi selanjutnya adalah vitamin C, ini adalah nutrisi penting yang larut di dalam air yang dibutuhkan untuk menunjang fungsi vitamin dan gluthatione secara optimal. Di dalam suntik putih, vitamin C bekerja menghambat enzim tirosinase pada kulit yang diperlukan agar bisa menghasilkan melanin. Di samping itu, vitamin C juga bisa mencegah kerusakan kulit dengan efek berbahaya radikal bebas.

Selain itu di dalam suntik ini juga ada kandungan kolagen. Seperti yang kita tahu, kolagen memiliki banyak manfaat seperti menciptakan elastisitas kulit. Membantu pembentukan struktural dan kekuatan tulang serta otot. Juga membantu pertumbuhan sel baru dan melindungi organ di dalam tubuh.

Produksi kolagen melibatkan vitamin C untuk membentuk molekul prekursor yang disebut procollagen. Lalu molekul prekursor ini dikemas menjadi kolagen. Dalam dunia kecantikan, suntik kolagen memiliki tujuan menghilangkan keriput atau garis halus yang ada di sekitar mata, dagu, wajah dan kulit. Menambah volume bibir, mengencangkan payudara dan bokong serta menghilangkan bekas luka.

Bahaya Suntik Putih

Selain memiliki manfaat yang besar, ternyata ada hal lain yaitu bahaya suntik putih yang bisa saja terjadi. Apa yang menjadikan bahaya suntik putih ? salah satunya karena pemberian dosis yang terlalu besar. Zat yang digunakan didalam suntik ini adalah zat yang mempunyai manfaat luar biasa untuk tubuh selama digunakan dalam batas normal.

Yang jadi masalah, dosis yang digunakan dalam 1 ampul suntik putih itu sangat tinggi. Sekitar 1000 hingga 4000 mg vitamin C. Ditambah glutathione 600 mg, bahkan sampai 5000 mg sekali suntik per 2 minggu. Bila ini dilakukan terus-menerus, maka tidak menutup kemungkinan bisa berdampak pada munculnya penyakit yang serius. Sampai kerusakan organ tubuh seperti ginjal dan hati.

Efek Samping Glutathione

Glutathione juga mempunyai efek samping bila digunakan dalam suntik putih yang biasanya terjadi pada orang yang sensitif dan menghasilkan reaksi alergi. Alergi ini bisa ditimbulkan bermacam-macam. Mulai reaksi alergi berat yang terjadi dengan tiba-tiba dan menimbulkan kesulitan bernapas atau sesak di dada, gatal, ruam dan bengkak pada kulit. Namun kondisi yang diakibatkan oleh alergi ini sangat individual. Artinya tidak semua orang bisa mengalami alergi ini.

Penggunaan suntik putih yang berlebihan juga mengakibatkan efek samping yang serius. Karena suntikan vitamin C dosis tinggi bisa mengganggu fungsi hati dan ginjal, hormon tidak seimbang, menopause dini dan masalah kesehatan lainnya.